Salah satu peserta dari Northeast conference, Marcel Yaparto semakin siap untuk jalani DBL Play Skills Competition yang akan dimulai pada 16 Oktober mendatang. Hal ini tak lepas dari bekal yang ia peroleh dari trial session yang ia jalani sejak 10 Oktober 2020 lalu. Menurutnya, ada banyak hal yang harus ditingkatkan lagi agar lebih maksimal.

"Salah satunya lebih banyakin latihan di lapangan. Soalnya karena lama nggak main dengan ring, sense shooting-ku sedikit berkurang," ungkap Siswa SMA Rajawali Makassar tersebut.

Ia lantas menjelaskan bahwa meski terlihat simpel, weekly challenge menjadi tantangan yang cukup sulit. Pasalnya dari dua weekly challenge yang ada, semuanya memiliki target tertentu jika ingin mendapatkan nilai maksimal.

Namun, weekly challenge bisa jadi ladang poin yang sangat baik. Pasalnya, tiap pemain bisa mendapatkan nilai yang berbeda meski sudah achieve target. Sebagai contoh, ketika melakukan Mikan Drill, Pemain yang bisa menuntaskan target 35 bola masuk tanpa bola jatuh atau travelling akan mendapatkan 100 poin. Selebihnya, tiap bola yang masuk akan mendapatkan satu poin tambahan.

Pada mikan drill sendiri, Marcel sukses mearih 102 poin. Disusul dengan figure 8 ball on the floor sebanyak 102 pon serta meraih poin maksimal sebanyak 25 di tiga daily challenge.

Untuk DBL Play Skills Competition sendiri, Marcel punya target yang ingin ia raih. Marcel ingin menjadi salah satu pemain yang bisa melangkah ke babak playoffs DBL Play Skills Competition.

"Makanya di jeda ini mau aku perbaiki lagi biar bisa lebih maksimal. Soalnya sekarang kan sudah dapat gambarannya kompetisinya seperti apa," tutupnya.(*)

Populer

Be Ready, Pendaftaran Honda DBL 2019 Segera Dimulai!
Smala Dance Crew Nge-Dance di Kantor DBL Indonesia
Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Kepergian Dona Olyvia, Juara DBL East Java-West 2024, Menyisakan Banyak Kenangan
Kaleidoskop: Dulu Pemain, Kini Pelatih! Eits Ada Anak Bung Towel