Kegagalan SMAN 5 Kota Jambi di perhelatan Honda DBL Jambi Series 2019 tak membuat garda mereka, Ilham Ramadhan menyerah begitu saja. Langkah Lima (julukan SMAN 5) memang harus terhenti di babak 8 besar musim lalu. Namun, spirit untuk kembali berlaga di Honda DBL terus diperlihatkan oleh Ilham. Ia terus mengasah skill individunya sebagai modal untuk kembali bersaing di Honda DBL.

“Aku bersyukur karena bisa maju ke babak big match lawan SMA Bina Kasih. Itu suatu kebanggaan bagi aku dan tim,” terangnya. Di awal pandemi, Lima memang harus menepi berlatih bersama. Namun, sekitar bulan Juni mereka tengah kembali fokus berlatih di lapangan. Selain itu Ilham juga menambah jam latihan private, demi meningkatkan skill individunya.

Di rumah ia lebih melatih drible sendiri. Ilham fokus untuk kuasai dribble satu tangan, crossover, behind the back, dan between the leg. “Aku latih satu per satu, lalu di akhir aku gabungin gerakannya di-combo semuanya,” ucapnya. Selain itu, cowok berusia 16 tahun ini juga fokus untuk memperkuat badannya. Latihan fisik semacam push up, sit up, burpees, hingga high knee ia lahap juga di rumah.

“Kalau fisik ada materi workout yang di kasih dari pelatih,” ujarnya. Sementara jika berlatih bersama tim, ia dan penggawa Lima lebih menekankan kepada materi defense. Sebab, hal itu sangat membantu untuk melakukan serangan balik yang berbahaya. “Karena dengan defense bagus, bisa membantu offense kami,” cetusnya.

Meski harus diundur, Ilham sendiri tetap menantikan Honda DBL. Sempat menyayangkan, Ilham tersadar kalau kesehatan memang yang paling utama. Namun, ia masih yakin timnya bisa menjadi juara dan menebus kekalahan musim lalu dari SMA Bina Kasih. “Misi kami jadi juara, kami harus bisa mengukir sejarah dengan mengalahkan juaran bertahan Bina Kasih,” pungkasnya. (*)

Populer

Be Ready, Pendaftaran Honda DBL 2019 Segera Dimulai!
Smala Dance Crew Nge-Dance di Kantor DBL Indonesia
Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Kepergian Dona Olyvia, Juara DBL East Java-West 2024, Menyisakan Banyak Kenangan
Kaleidoskop: Dulu Pemain, Kini Pelatih! Eits Ada Anak Bung Towel