Junaedi Rudyansyah merupakan salah satu dari delapan pemain SMAN 1 Cikarang Utara yang lulus tahun ini. Ia juga turut andil mengantarkan Sakura--julukan SMAN 1 Cikarang Utara--menembus big four Honda DBL West Java Championship Series dua musim beruntun.

Sebagai salah satu senior, Junaedi merasa ada pekerjaan rumah tersendiri bagi timnya. Utamanya soal regenerasi. Sebab, sepak terjang Sakura selama musim 2018 dan 2019 diisi dengan skuad yang tidak jauh beda.

"Tantangan mereka akan lebih sulit. Mereka masih banyak kekurangan, jadi ketinggal jauh sama seniornya,” ucapnya.

Namun, forward 18 tahun itu tidak ingin adik kelasnya menyerah begitu saja. Pencetak 34 poin bagi Sakura musim lalu itu berharap besar dengan perjuangan adik kelasnya. "Yang perlu dicatat adalah soal soal komunikasi tim yang masih kurang," tuturnya.

Junaedi Rudyansyah (kanan) membela Sakura pada lanjutan Honda DBL West Java Series-North Region 2019 (source: DBL Indonesia)

Baginya persaingan di Honda DBL itu serius dan sangat ketat. Lolos dari penyisihan regional ke fase Champioship Series di Bandung sudah pencapaian luar biasa dari Sakura.

"Musim 2018 itu debut kami di Honda DBL. Bisa lolos ke Bandung saja aku dan tim sudah bersyukur," ujarnya.

Ia tak menampik bahwa perjuangan juniornya akan lebih berat untuk menghadapi musim baru. Apalagi dengan membawa nama Sakura yang tak absen dua tahun beruntun di fase Championship Series. "Harus berjuang lebih ekstra lagi," cetusnya.

Tak harus juara. Junaedi berharap adik kelasnya bisa menunjukkan konsistensi. "Paling tidak bisa berangkat ke Bandung lagi biar jadi pembuktian kami bukan tim penghibur saja," tungkasnya. (*)

Populer

Be Ready, Pendaftaran Honda DBL 2019 Segera Dimulai!
Smala Dance Crew Nge-Dance di Kantor DBL Indonesia
Fabiola Umaida, Dulu Kapten Basket Kini Merajut Mimpi Jadi Reserse Polisi
Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
5 Cara Menuju Indonesia Arena: Rute TransJakarta, MRT, dan KRL