Tim basket SMA W.R. Soepratman Samarinda patut berbangga musim lalu. Terutama untuk tim putri mereka yang berhasil mencapai fase fantastic four Honda DBL East Kalimantan Series 2019. Sayangnya mereka belum bisa melangkah ke final karena harus mengakui keunggulan SMKN 2 Balikpapan dengan skor 34-12.

Hal inilah yang membuat Annie Mulyono, pelatih tim basket W.R. Soepratman harus melakukan persiapan lebih awal untuk berlaga di musim selanjutnya. "Kami sudah mulai latihan di awal Januari kemarin. Saya langsung memberikan materi latihan fisik kepada para pemain. Karena musim lalu fisik mereka kurang terutama saat game-game berat," katanya.

Coach Annie mengaku sekitar 80 persen latihan timnya sampai bulan Maret kemarin berisi latihan fisik. Ia berharap masalah ini tak kembali menjadi hambatan timnya untuk memperoleh kemenangan di setiap laga.

Bicara soal regenerasi, coach Annie mengatakan bahwa timnya tak melakukan banyak regenerasi tahun ini. Pasalnya skuad yang akan dibawanya nanti hampir sama persis dengan skuad musim lalu. Hanya saja ia kehilangan satu pemain yang harus lulus.

"Dengan skuad yang sama ini saya harap chemistry mereka akan semakin baik. Karena salah satu masalah yang didapat musim lalu adalah mengenai kerja sama tim yang kurang pula. Saya rasa hal ini sudah mulai teratasi," ujarnya.

Tahun ini tim basket W.R. Soepratman banyak memiliki stok pemain berposisi forward dan shooting guard. Coach Annie pun yakin offense tak menjadi masalah yang besar bagi timnya. Hanya saja, ia perlu memikirkan berbagai variasi serangan agar tak terlalu bermain monoton.

"Semoga dengan fisik dan kualitas pemain yang bagus musim ini, kami bisa memperoleh prestasi yang lebih baik. Tak hanya di Samarinda, coach Annie ingin pemainnya bisa bersaing di Honda DBL Camp musim depan," tutupnya.(*)

Populer

Be Ready, Pendaftaran Honda DBL 2019 Segera Dimulai!
Smala Dance Crew Nge-Dance di Kantor DBL Indonesia
Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Kepergian Dona Olyvia, Juara DBL East Java-West 2024, Menyisakan Banyak Kenangan
Kaleidoskop: Dulu Pemain, Kini Pelatih! Eits Ada Anak Bung Towel