SURABAYA-Julian Alexandre tak tergantikan di sepanjang dua musim teakhir berlaga bersama SMA Soverdi Tuban di Honda DBL. Bahkan pemain berdarah Perancis ini dua tahun beruntun tergabung dalam skuad Honda DBL Indonesia All-Star. Pemain berusia 17 tahun ini pun membeberkan rahasia bagaimana ia bisa Tangguh di bawah ring.

Banyak yang beranggapan kalau low post adalah tempat yang paling menakutkan. Karena pemain bisa dikepung dua sampai tiga pemain sekaligus. Nah menurut Julian, center justru harus berani di bawah ring. Bahkan, berani minta bola.

“Kita sebagai center justru harus berani minta bola. Nggak hanya pasif dan sekedar screening. Jangan lupa minta spasing juga bisa bisa leluasa melakukan manuver mencetak angka,” ujarnya.

 

Banyak yang beranggapan bahwa mejnadi center hanya bertahan di bawah ring. Padahal di era sekarang, center harus bisa shooting dan dribbling.

“Center juga harus berani menjadi dominan. Berani nembak kalau ada kesempatan dan menusuk ketika ada cela. Jadi nggak hanya berada di bawah ring aja,” kata Julian.

 

Sebagai center, wajib hukumnya untuk Tangguh saat rebound. Caranya dengan latihan otot perut dan kaki untuk rebound. Bisa dengan push up, sit up, pull up dan lain-lain. Selain itu, harus juga tahu timing dan kapan harus meledak saat akan rebound.

“Terakhir, harus bisa baca gerakan defense lawan juga. Jadi bisa Tangguh waktu rebound,” tutupnya.

Populer

Perjalanan Basket Mayviana dan Harapan Penghujung Musim Bersama Skuad Gloria 1
Big Match Playoffs DBL Malang: Smarihasta Kembali Bersua Bhawikarsu!
Setelah Absen Lima Pertandingan, Amigosmansa Kembali Ramaikan Tribun DBL Arena!
Berikut Ukuran dan Tinggi Ring Basket yang Sesuai Aturan FIBA
Pengumuman! Berikut Top 10 DBL Dance Competition Malang