Kepergian Dona Olyvia Young, student athlete dari SMAN 1 Kediri yang sempat menjuarai Honda DBL with Kopi Good Day 2024 East Java-West, mengundang rasa duka yang begitu dalam.
Tepat pada Selasa, 1 April 2025, Dona dinyatakan meninggal dunia dalam usia yang sangat muda. Ia meninggalkan kenangan dan rasa kehilangan yang tak terlukiskan bagi keluarga dan kerabat dekat lainnya.
Mendiang Dona dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat juang tinggi, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Selama berkarier di dunia basket, Dona selalu tampil maksimal dan memberikan yang terbaik untuk timnya. Pun hal serupa juga dilontarkan oleh Aditya Prayoga, Kepala Pelatih SMAN 1 Kediri.
Coach Aditya mengenang Dona sebagai pemain yang bukan hanya berbakat, tapi juga bertanggung jawab. “Dia salah satu pemain terbaik saya, Mbak,” singkatnya, saat dihubungi melalui WhatsApp.
“Dona selalu menunjukkan komitmennya. Dari kelas X sampai sekarang, dia selalu bisa diandalkan. Dia selalu menyelesaikan semua tugasnya dengan baik, anaknya juga pekerja keras banget. Good attitude lah pokoknya, dan saya sangat terbantu dengan adanya Dona di tim,” imbuh coach Aditya.
Pada akhirnya, keberhasilan Dona bersama skuad putri SMAN 1 Kediri saat meraih juara Honda DBL with Kopi Good Day 2024 East Java-West menjadi momen yang paling berkesan selama ia berkarier di dunia basket.
Meski sempat merasa tak enak badan menjelang final, Dona benar-benar membuktikan komitmennya. Hingga salah satu mimpi terbesarnya berhasil tercapai.
“DBL musim ini kan memang kesempatan pertama dan terakhir buat Dona, karena tahun-tahun sebelumnya, kami berhalangan untuk ikut. Makanya dia tuh yang paling semangat. Mengurus pemberkasan ini-itu, sampai di latihan pun paling semangat. Saya yang beruntung, bisa jadi saksi perjuangan Dona,” celetuk coach Aditya, penuh haru.
Dona Olyvia (paling kiri atas) saat membela SMAN 1 Kediri di kompetisi basket terakhirnya pada Februari 2025 lalu
Di balik keceriaan dan semangatnya yang luar biasa, kabar berpulangnya Dona mengejutkan banyak pihak. Mengingat kepergiannya terjadi begitu cepat dan mendadak. Pada 31 Maret 2025, Dona masih sempat bertukar kabar melalui chat WhatsApp dengan rekan satu timnya, Ana Lavenia Salma.
Dona pun berbagi cerita usai menerima banyak uang THR dan berencana menyimpannya untuk biaya hidup di Malang. Lantaran Dona merupakan salah satu siswa SMAN 1 Kediri yang berhasil lolos ke Universitas Brawijaya, jurusan Sastra Inggris melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025.
Setelah menghitung uang THR, Dona juga sempat meminta sang ibunda untuk menemaninya tidur. Namun, keesokan harinya, saat adiknya berusaha membangunkan Dona sekitar pukul 06.00 WIB, Dona tidak menunjukkan reaksi apapun. Ketika diperiksa oleh ibunya, ternyata denyut nadinya sudah tidak ada lagi.
Menurut cerita sang ibu, Dona sempat “berpamitan” tepat malam hari sebelum kepergiannya. Hanya saja tak ia sadari. “Ma, aku tak pulang duluan ya,” kata sang ibu, menirukan ucapan Dona.
Setelah Dona berpulang, kalimat itu pun akhirnya punya makna yang begitu dalam. Kalimat itu rupanya menjadi kalimat perpisahan yang tak terduga, karena Dona memang telah "pulang" lebih awal, menuju surga-Nya.
Salma -sapaan akrab Ana Lavenia Salma- menambahkan bahwa Dona juga sempat menyusun agenda yang belum terealisasikan. “Dia juga ngajak aku buat mampir ke rumah temen satu tim, Kak. Mau berkunjung gitu katanya, mumpung Lebaran,” kenang Salma.
Di tengah rasa kehilangan, semangat Dona akan selalu dikenang. Bahkan sebagai simbol kecintaannya terhadap basket, sepatu Jackson pemberian dari DBL, kini dikenakan pada jenazah Dona.
”Ya mungkin ini memang jalan yang terbaik untuk dia, jadi minta doanya saja yang terbaik untuk Dona semoga dia tenang di Surga,” ucap coach Aditya. “Terakhir, saking senangnya Dona bisa juara di DBL, sepatu hadiah dari DBL sekarang dipakai sama dia,” sambungnya.
“Karena nanti bakal dimasukkan ke peti kan, jadi masih bisa dipakai sepatunya. Memang bukan permintaan dari Dona, meninggalnya mendadak juga kan? Ini inisiatif keluarganya, karena kita semua tahu, dia bahagia banget waktu bisa juara di DBL,” pungkas coach Aditya.
Kepergiannya menjadi tamparan keras bagi semua yang mengenalnya, namun doa dan kenangan indah akan selalu menyertai perjalanan hidup Dona yang luar biasa. Jenazah Dona akan disemayamkan pada Jumat, 4 April 2025, pukul 10.00 WIB.
Selamat jalan, cantik! Kami semua akan merindukan Dona, yang selalu memberikan yang terbaik dalam segala hal. Semoga Dona mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan seluruh kebaikannya diterima oleh Tuhan.