Pelatih SMA Bukit Sion Jakarta (Buksi), Jap Ricky Lesmana mengungkapkan optimismenya dalam menatap laga Final Honda DBL with Kopi Good Day 2024 Jakarta. Hal tersebut Jap Ricky sampaikan kala menghadiri sesi jumpa pers pada Kamis, 5 Desember 2024.
Optimisme kuat Jap Ricky ditengarai oleh misi besar Buksi yang hendak mengembalikan kejayaannya sebagai penguasa DBL Jakarta. Sejak musim 2022 dan 2023 lalu, langkah Buksi dalam melanggengkan dominasinya selalu berhasil digagalkan oleh SMA Jubilee Jakarta.
Kini kedua tim kembali bakal bertarung di Final DBL Jakarta di Indonesia Arena pada Jumat, 6 Desember besok. Hampir satu tahun bagi Jap Ricky untuk mempersiapkan Buksi dalam mengembalikan gelar juara mereka yang telah dua tahun hilang.
Baca juga Ambisi Jubilee Dihadang Target Gelar Keempat Bulungan, Siapa Bakal Juara?
"Pastinya saya optimis tim saya bisa mengambil kembali gelar yang sudah hilang dua tahun. Saya mempersiapkan tim ini 10-11 bulan. Tapi dengan tim ini saya sudah siap. Mengejar itu susah, tapi saya punya motivasi yang tinggi. Apapun bisa terjadi nanti," ucap Jap Ricky.
Senada dengan sang pelatih, Alexander Ralphael Kusnoatmaja selaku Pemain Buksi menyebut kekalahan Buksi dua musim belakangan membuat semangat mereka revans atas Jubilee semakin memanas.
Ralphael menolak memikirkan bayang-bayang kekalahan Buksi untuk yang ketiga kalinya atas Jubilee. Alih-alih menganggapnya sebagai tekanan, Ralphael menanggapi hal tersebut dengan rasa syukur. Pemain kelas XII itu mengaku akan menikmati permainan di setiap menitnya.
Baca juga Putri Jubilee Ingin Menang di Indonesia Arena, Bulungan Siap Ukir Sejarah!
"Ini bukan pressure tapi yang harus kita syukuri. Bagi saya, saya selalu menerapkan mindset untuk enjoy. Kita main basket karena kita suka, jangan membandingkan diri kita sendiri. Harus enjoy main basketnya," ujar Ralphael menambahkan.
Beralih ke sang juara bertahan, Jubilee kali ini tengah menatap gelar ketiga atau three peat. Timothy Marvel Cristiano selaku Pemain Jubilee menyambut kembali ke Final di Indonesia Arena dengan rasa syukur. Selangkah menuju three peat, Timothy mengaku tak merasakan beban jelang laga kontra Buksi.
Timothy meyakini Jubilee memiliki kelebihan dibanding lawannya. Hal tersebut yang mendasari keyakinan Timothy dan tim bakal menyabet three peat musim ini. Merangkul para pemain ruki Jubilee jadi cara lain Timothy dalam menguatkan optimisme tim.
"Saya sangat bersyukur pada Tuhan bisa di tahap ini. Gak ada beban sama sekali. Tahun lalu, ya, tahun lalu, tahun ini, ya, tahun ini. Hasil tahun lalu bukan jadi beban tapi jadi motivasi tahun ini," ujar Timothy.
Asa memetik gelar ketiga Jubilee menjadi sinyal panasnya atmosfer laga. Terlebih, perjuangan mati-matian dari Buksi yang hendak mengembalikan gelar juara yang hilang turut menyumbang panasnya laga Final di Indonesia Arena besok.