Sengit Sepanjang Kuarter, Kriza Apresiasi Perlawanan MAN 10

| Penulis : 

Opening party Honda DBL with KFC 2022 DKI Jakarta Series – West Region, Senin (29/8), ditutup oleh pertandingan antara tim putra MAN 10 Jakarta melawan SMAK 1 Penabur Jakarta. Pertandingan terakhir itu dimenangkan oleh Kriza (julukan SMAK 1 Penabur) dengan skor akhir 48-40.

Laga ketiga di hari pertama ini berlangsung sengit. Dua tim langsung bermain ngotot sejak kuarter pertama. Keunggulan Kriza hingga kuarter ketiga mesti mendapat ujian dari anak-anak MAN 10 di kuarter keempat. Mereka harus menerima tekanan balik dari Muhammad Fayyaz dkk.

Hasilnya, MAN 10 berhasil memangkas margin poin. Skor kedua tim hanya selisih 3 poin saja (43-40) di menit akhir kuarter pamungkas. Hal itu pula yang turut membuat coach Daniel, pelatih Kriza, mengakui kelemahan anak didiknya, Senin (29/8).

“Anak-anak panik di kuarter keempat, itu yang buat kita sempat menurun. Tapi, saya juga mengakui kekuatan anak-anak MAN 10. Mereka memang bagus sepanjang pertandingan, tim saya kewalahan karena mereka,” jelasnya.

Anak-anak MAN 10 memang tampil solid hari ini. Apresiasi lebih juga layak diberikan oleh tiga pemain mereka, yakni Zildjian Bintang, Muhammad Irsyad, dan Muhammad Fayyaz. Zildjan berhasil mencetak 12 poin, sementara Irsyad dan Fayyaz sama-sama mencetak 8 poin.

Kemenangan Kriza atas MAN 10 ini tentu tak lepas dari catatan. Coach Daniel menuturkan, timnya masih meninggalkan beberapa hal untuk dievaluasi. “Kita masih banyak yang harus dievaluasi, salah satunya tentang kontrol agar tidak panik,” ujarnya.

Lebih jauh, coach Daniel mengutarakan antusiasmenya bisa membawa tim Kriza kembali bertanding di Honda DBL with KFC Seri Jakarta. Di musim ini, kata coach Daniel, ia berharap untuk membawa Kriza melesat ke final. (*)

Populer

Be Ready, Pendaftaran Honda DBL 2019 Segera Dimulai!
Smala Dance Crew Nge-Dance di Kantor DBL Indonesia
Mengenal Kopi Good Day, Produk Kopi Anak Muda yang Banyak Rasa
Kepergian Dona Olyvia, Juara DBL East Java-West 2024, Menyisakan Banyak Kenangan
Kaleidoskop: Dulu Pemain, Kini Pelatih! Eits Ada Anak Bung Towel